Berita Terbaru

Peru Nyaris Bikin Italia Lolos ke Piala Dunia 2018

Timnas Peru Hampir Buang Kesempatan

Tim nasional Italia masih memiliki sedikit peluang untuk tampil di ajang Piala Dunia 2018. Berita tersebut muncul usai berlangsungnya kisruh di Peru, negara terakhir yang pastikan diri lolos ke Rusia untuk musim panas 2018.

Anggota dewan di Peru meminta untuk ambil alih kendali federasi sepak bola sampai dipilih pemimpin yang terbaru. Tetapi, hal tersebut sesungguhnya tidak diizinkan oleh federasi sepak bola dunia, FIFA.

FIFA melarang federasi sepak bola sebuah negara dipimpin oleh badan eksekutif pemerintahan. Kasus tersebut sama dengan yang kasus yang sempat dialami oleh Indonesia beberapa waktu yang lalu sampai ajang ditahan oleh kubu FIFA.

Peru terlihat juga berada di ambang periode yang sulit seperti Indonesia. Alhasil, negara itu mungkin saja tidak berhasil melangkah ke ajang Piala Dunia 2018 kalau tidak menuruti peraturan dari FIFA.

Kalau keadaan tersebut terus berlanjut sampai jadi lebih buruk, bukan hal yang tidak mungkin untuk Italia yang menjadi pihak yang diuntungkan.

FIFA memiliki hak yang istimewa untuk tentukan siapa yang pantas menempati slot kosong kalau Peru mendapat hukuman tak bisa ikut di pergelaran 4 tahunan itu. Mereka boleh menunjuk negara mana pun tanpa harus berdiskusi dengan badan-badan lain.

Italia jadi calon paling depan mengingat ini merupakan yang pertama kalinya “Gli Azzurri” gagal sedari tahun 1958. Juara Copa America, Cile, dan Belanda juga miliki peluang untuk gantikan Peru sebab punya tim yang terbilang kompetitif.

Berita Terbaru

Kapten Timnas Peru Didukung Tampil di Piala Dunia 2018

Paolo Guerrero Dilarang Tampil di Piala Dunia 2018

Kapten dari Tim nasional Denmark, Australia, dan Prancis, berikan dukungan pada Paolo Guerrero yang terkena sanksi larangan tampil pada ajang Piala Dunia 2018. Mereka ingin FIFA menghilangkan larangan untuk tampil pada kapten Timnas Peru itu.

Paolo Guerrero mula-mulanya diberi sanksi larangan 6 bulan tampil usai positif memakai narkoba jenis kokain pada awal tahun 2018. Sanksi itu sesungguhnya bakal berakhir menjelang Piala Dunia 2018.

Tetapi Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) malah tambahkan durasi sanksi Paolo Guerrero 8 bulan lagi pada putusan yang berlangsung pada hari Senin (21/5/2018). Putusan itu tentsu saja akan membuat bekas pemain Bayern Munchen tersebut menepi dari ajang Piala Dunia 2018.

Namun, putusan tersebut lekas mengundang simpati dari semua rakyat Peru yang tumpah ruah di jalanan ibu kota Peru, Lima. Tidak hanya itu, dukungan juga hadir dari para kapten tim yang akan menjadi lawan Peru di tahap Grup C Piala Dunia 2018.

Hugo Lloris (kapten Timnas Prancis), Mile Jedinak (kapten Timnas Australia) dan Simon Kjaer (kapten Timnas Denmark), menulis surat untuk FIFA. Dalam surat yang ditandatangani oleh ketiga kapten tersebut, berharap supaya FIFA batalkan sanksi dari CAS dengan alasan kemanusiaan.

Hal tersebut terasa wajar mengingat Paolo Guerrero adalah penyerang andalan Peru di Piala Dunia 2018. Sosoknya tentu dibutuhkan sebab Piala Dunia Rusia nanti jadi edisi pertama untuk Peru usai 36 tahun yang lalu.

“Dengan hormat kami meminta Dewan FIFA untuk berikan belas kasihan. Dalam hal yang kami pandang, tentu saja itu hal yang salah untuk mengucilkan dirinya dari Piala Dunia 2018 yang mestinya menjadi puncak kariernya,” isi surat yang ditandatangani ketiga kapten tersebut.

Berita Terbaru

Guerrero dan Pizarro Dicoret dari Skuad Peru Piala Dunia 2018

Timnas Peru piala dunia 2018

Tim nasional Peru tengah umumkan 24 nama pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2018. Pelatih Ricardo Gareca terpaksa tidak menulis nama kapten tim Jose Paolo Guerrero karena perpanjangan skorsing yang ia terima sampai masa 14 bulan.

Guerrero menerima skors selama 12 bulan dari Federation Internationale de Football Association karena dopin yang tak sengaja ia lakukan dengan minuman teh jelang pertandingan Pra-Piala Dunia 2018 berhadapan dengan Argentina pada bulan Oktober tahun kemarin.

Lamanya skorsing tersebut lalu dikurangi FIFA sendiri jadi 6 bulan sampai sudah selesai pada 13 hari yang lalu dan Tim nasional Peru sudah nyatakan ingin membawanya ke Piala Dunia 2018 di Rusia pada bulan Juni sampai Juli ini. Tetapi selanjutnya Court of Arbitration for Sport (CAS) malahan menambah panjang masa skorsing jadi 14 bulan yang berarti pada bulan Januari tahun depan baru akan berakhir.

Alhasil, pemain yang berusia 34 tahun tersebut dan top skor sepanjang masa Peru dengan catatkan 32 cetak angka sudah pasti tidak akan bisa ikut menikmati gemerlapnya ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Padahal, negara tersebut sudah menunggu sepanjang 36 tahun untuk kembali ikut serta dalam putaran final Piala Dunia sejak terakhir kali pada 1982 di Spanyol.

Guerrero sudah menolong negaranya untuk lolos di 4 Piala Dunia terakhir dan saat ia sukses, malah dihukum lagi dari CAS, yang putuskan persoalan tersebut atas dasar banding yang dikemukakan World Anti-Doping Agency (WADA).

Persatuan Pemain Sepak Bola Profesional (FIFPro) yang bertempat di Belanda sudah lakukan protes keputusan CAS dengan menyatakan langkah pengadilan olahraga tersebut berbenturan dengan akal sehat, ditambah CAS pun akui kalau Guerrero tidak sengaja memasukkan zat doping lewat minuman teh.

Sikapi tak adanya Guerrero, pelatih Gareca bilang seperti apapun timnya harus siap bertarung di Rusia. “Paolo pemain yang sensasional, idola, namun hidup harus terus berlangsung dan kami bakal bermain sebaik mungkin,” ucap pelatih asal Argentina tersebut.

Gareca pun kesampingkan pemain penyerang veteran Claudio Pizarro, pemain klub Jerman Koln yang berumur 39 tahun. tetapi, dia terus memainkan 1 ujung tombak top lainnya, Jefferson Farfan (Lokomotiv Moskwa), 33 tahun.

Sampai saat ini, Guerrero, Pizarro, dan Farfan adalah trio garis depan Tim nasional Peru yang cukup merepotkan untuk tiap garis belakang lawan mereka walau pada akhirnya negara tersebut terus tunduk berselisih di Amerika Selatan khususnya dengan 3 juara dunia yaitu Brasil, Argentina, dan Uruguay.

Di Piala Dunia 2018, Peru terdaftar dalam Grup C bersama Denmark, Prancis, dan Australia. Sebelum berusaha di Rusia, skuat yang disebut Los Incas akan melangsungkan 3 pertandingan uji coba yaitu menghadapi Skotlandia pada tanggal 30 Mei pukul . 08:00 WIB, versus Arab Saudi 4 Juni pukul 01:00 WIB, dan melawan Swedia pada tanggal 10 Juni pukul 00:15 WIB.

Berita Terbaru

Daftar Skuad Peru Piala Dunia 2018

Tim nasional Peru piala dunia 2018

Inilah daftar pemain atau skuad Tim nasional Peru pada Piala Dunia 2018. Susunan pemain lengkap Peru yang bakal tampil dibawah besutan pelatihnya, Ricardo Gareca. Para pemain Peru dari yang telah miliki banyak pengalaman, dan juga para pemain muda yang bersiap mencuri perhatian di event sepakbola terbesar di dunia ini.

Peru sebelumnya telah bermain di 4 Piala Dunia, dan jadi salah satu negara peserta pada edisi pertama Piala Dunia 1930. Ada juga di Piala Dunia 2018 ini merupakan keikutsertaan Peru ke 5 di ajang Piala Dunia, terakhir mereka lolos dan tampil pada ajang Piala Dunia adalah pada tahun 1982.

Benar, usai dalam waktu lama menepi di Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya, di ajang Piala Dunia 2018 ini Peru tentu saja tidak ingin hanya numpang lewat. Mereka miliki ambisi melangkah sejauh mungkin.

Peru ada di Grup C bersama Prancis, Australia dan Denmark. Memilik peta kekuatan di grup ini, Peru diprediksi akan menjadi tim kuda hitam yang miliki kesempatan untuk menemani Prancis ke tahap berikutnya. inilah susunan pemain Peru yang akan bermain di FIFA World Cup 2018.

Timnas Peru piala dunia 2018

Daftar Pemain (Skuad) Timnas Peru Piala Dunia 2018

Kiper

Pedro Gallese (Veracruz)
Leao Butrón (Alianza Lima)
Diego Penny (Melgar)
José Carvallo (UTC)
Carlos Cáceda (Deportivo Municipal)

Bek

Alberto Rodríguez (Junior)
Christian Ramos (Veracruz)
Luis Advíncula (BUAP)
Aldo Corzo (Universitario de Deportes)
Miguel Trauco (Flamengo)
Miguel Araujo (Alianza Lima)
Luis Abram (Vélez Sarsfield)
Nilson Loyola (Melgar)
Anderson Santamaría (Puebla)
Adrián Zela (Deportivo Municipal)

Gelandang

Yoshimar Yotún (Orlando City)
Christian Cueva (Sao Paulo)
Paolo Hurtado (Vitória de Guimarães)
Renato Tapia (Feyenoord)
Edison Flores (AaB)

Andy Polo (Portland Timbers)
Cristian Benavente (Charleroi)
Pedro Aquino (BUAP)
Sergio Peña (Granada)
Roberto Siucho (Universitario)
Wilder Cartagena (Veracruz)
Alexi Gómez (Atlas)
Joel Sánchez (Querétaro)
Óscar Vílchez (Alianza Lima)

Striker

Jefferson Farfán (Lokomotiv Moscow)
André Carrillo (Watford)
Raúl Ruidíaz (Morelia)
Beto da Silva (Argentinos Juniors)
Yordy Reyna (Vancouver Whitecaps)
Paolo Guerrero (Flamengo)
Iván Bulos (Boavista)
Alexander Succar (Sion)

Berita Terbaru

Neymar dan kekasih seksinyaNeymar saat ini tengah menjalani masa pemulihan karena mendapat cedera parah pada tulang kakinya dan diyakini akan segera membaik di Mei mendatang. Jika hal tersebut terjadi, dirinya akan berpeluang untuk kembali tampil di Piala Dunia 2018 yang akan dibuka pada 14 Juni di Rusia.

Pemain terbaik timnas Brasil tersebut mendapat cedera metatarsal dan merasakan masalah pada pergelangan kakinya kala memperkuat Paris St Germain di akhir Februari lalu. Namun, beberapa waktu lalu, pemain termahal di dunia ini mengungkapkan jika proses pemulihannya berlangsung dengan baik dan mengalami peningkatan.

Untuk dapat kembali ke lapangan, Neymar menyakini dapat tampil sebulan lagi. Dalam wawancaranya, tampak kaki Ney masih memakai sepatu boot pelindung. “Akan tetapi, saya masih harus menjalani pemulihan dengan tuntas dan sudah berangusr-angsur membaik.” Paparnya kemudian.

Berita tersebut kemudian ditanggapi sang pelatih Brasil yakni Tite. Pelatih tersebut berpikir jika Ney harus memaksimalkan waktu demi persiapan di Piala Dunia 2018 mendatang. Tite berharap jika salah satu pemain terbaik timnas Brasil ini memang dapat memperkuat tim mereka demi mendapatkan kembali gelar juara.

Sementara itu, timnas Brasil di Piala Dunia 2018 masuk ke Grup E dengan laga pertama berhadapan dengan timnas Swiss pada 17 Juni. Tim Amerika Latin itu juga akan tampil dalam dua laga pemanasan melawan Kroasia di tanggal 3 Juni dan Austria di tanggal 10 Juni.

Berita Terbaru

Neymar cedera

Dalam kompetisi Piala Dunia 2014 yang dilaksanakan di Brasil, perjalanan timnas mereka harus kandas di babak semifinal kala bersua dengan timnas Jerman dengan skor akhri 7-1. Selain itu, tim berjuluk Selecao tersebut juga harus menahan malu setelah gagal dengan skor 3-0 kala berlaga melawan Belanda dalam perebutan tempat ketiga.

Kegagalan timnas Brasil saat itu diduga karena menepinya Neymar yang mendapat cedera parah dalam laga di babak perempat final melawan Kolombia. Itu sebabnya, Pele salah satu legenda hidup Brasil mengungkapkan jika pemain termahal ini kini memiliki kesempatan kedua untuk mengangkat Selecao dalam Piala Dunia 2018 di Rusia pada pertengahan tahun ini.

“Dirinya dapat membalas dendam dan ini adalah saatnya. Dengan kesempatan kedua tersebut, karena yang terjadi pada empat tahun yang lalu adalah hal yang memalukan untuk timnas,” papar Pele.

Saat ini, Ney tengah beristirahat setelah mendapat cedera pada bagian tulang telapak kakinya di Maret yang lalu. Itu juga yang menjadikannya tak dapat tampil dalam dua laga ujicoba Piala Dunia 2018 yang lalu, kala melawan Rusia dan Jerman.

Walau begitu, Pele optimis jika cedera Neymar dapat segera sembuh dan dapat kembali memperkuat timnas Brasil di Piala Dunia mendatang.’

“Pada kompetisi empat tahunan di Brasil yang lalu, dirinya mendapat cedera, dan timnas gagal melanjutkan aksinya. Saya rasa ini merupakan waktu yang pas untuk Neymar dalam tampil kembali setelah manjalani pemulihan. Saya rasa dia merupakan pemain yang mengesankan,” ujar Pele.

Neymar sendiri merupakan salah satu pemain terbaik timnas Brasil yang bergabung sejak tahun 2010, saat dia masih berumur 18 tahun. Dengan Selecao, pemain yang saat ini memperkuat klub Paris Saint-Germain tersebut sudah melaksanakan 83 laga dengan catatan 54 gol.

Berita Terbaru

pelatih Timnas Brasil, Tite

Salah satu legenda hidup bola Brasil, yakni Pele memberikan nasihat pada tim Selecao jelang Piala dunia 2018 mendatang. Timnas dengan para pemain bertalenta terbaik dari timnas lainnya, menurutnya akan menjadi kunci sukses Tite, pelatih timnas Brasil di Rusia mendatang.

Dengan waktu sekitar dua bulan, Pele menilai jika Tite memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan demi mempersiapkan para pemain timnas Brasil. “Tite merupakan pelatih timnas Brasil yang memiliki kemampuan, namun dirinya belum dapat menjadikan timnas tampil dengan maksimal,” ujar Pele, “Ini waktu yang tepat untuknya unjuk kemampuan melatih walau dengan persiapan yang singkat.”

Walau begitu, secara individu, Brasil lebih mendominasi dari tim lain. Bahkan dengan para pemain mereka nanti, tim Selecao diyakini dapat melenggang ke babak final Piala Dunia 2018 mendatang.

Pele juga mengatakan jika banyaknya hasil yang mengejutkan memang dapat terjadi di lapangan. itu sebabnya, walau menjadi tim unggulan dengan bakat pemain yang hebat, ia menginginkan Brasil tetap fokus.

“Dunia Sepak bola seperti kotak dengan beragam kejutan, dan sulit diprediksi. Pada Piala Dunia ini, kekuatan dari timnas lain juga begitu tangguh dan tak dapat hanya melihat satu timnas yang berpengalaman,” tuturnya. “Seperti timnas Italia yang malah tak masuk pada tahun ini”.

Kegagalan timnas Italia jelang mengejutkan banyak pihak, padahal mereka terdiri dari banyak pemain terbaik. Itu yang membuat Pele memberikan nasihat pada Tite untuk tetap fokus dan memanfaatkan materi kekuatan pemain yang mereka miliki, ya termasuk berharap Neymar segera pulih dan memperkuat Brasil.

Sementara itu, Timnas Brasil di Piala Dunia 2018 sendiri masuk ke Grup E dengan Kosta Rika, Swiss, dan Serbia.

Berita Terbaru

prancis dan brasil, tim tangguh piala dunia 2018

Salah satu pemain legendaris timnas Prancis yakni Marcel Desailly memberikan pernyataannya jika laga Prancis vs Brasil mungkin saya akan mengisi babak final Piala Dunia 2018 mendatang. Selain dua negara ini, timnas Argentina juga berpeluang masuk ke babak final.

Marcel Desailly adalah salah satu pemain terbaik timnas Prancis saat mereka meraih juara di Piala Dunia 1998 dan di tahun 2000 silam. Tak berlebihan jika mantan pemain AC Milan dan Chelsea tersebut sangat menginginkan jika pada Piala Dunia 2018 ini, laga final Prancis VS Nrasil kembali terjadi.

Prancis dan Brasil saat ini merupakan dua timnas yang menghasilkan hasil yang maksimal saat masih berlaga di babak kualifikasi menuju Rusia pada bulan lalu. Sejak gagal pada final Piala Eropa 2016 silam, Prancis memainkan 19 laga dengan hasil 12 kemenangan dan hanya tiga kali gagal.

Dalam perjalanan tersebut, Les Bleus juga sukses menang atas tim tangguh seperti timnas Italia, Belanda, Inggris dari laga kompetitif sampai laga ujicoba. Namun, tidak dapat dipungkiri jika timnas Brasil juga berhasil tampil dengan mematikan.

Sejak bersama Tite, Brasil hanya merasakan sekali kekalahan dari 19 laga belakangan ini. Selecao mencatatkan 15 kemenangan dan seri tiga kali.

“Saya pastinya mengunggulkan timnas Prancis dan Brasil. Itu sebabnya duel Prancis vs Brasil di final dapat saja terjadi. Laga ini bisa menjadi perayaan 20 tahun kemenangan kami, itu sangat mengesankan,” ucap Desailly.

Desailly juga menambahkan satu timnas unggulan lainnya, yakni timnas Argentina walau tampil jatuh banyak di babak kualifikasi. La Albiceleste secara pasti masuk ke babak selanjutnya dengan menjadi posisi tiga CONMEBOL. Tim Jorge Sampaoli juga kesulitan saat melawan Spanyol dengan skor akhir 1-6.

“Saya meyakini kekuatan Argentina, walau mereka cukup sulit beberapa waktu lalu. Biasanya di lapangan nanti, negara seperti ini malah paling ditakutkan. Pemain mereka, tak hanya Lionel Messi sudah membuktikan performa terbaik selama ini, ” tandasnya.