Berita Terbaru, Soccer Player

11 Bintang Legend Yang Belum Sempat Mengangkut Trofi Liga Champions

11 Bintang Legend Yang Belum Sempat Mengangkut Trofi Liga Champions –┬áStatus Liga Champions bagaikan turnamen antarklub sangat bergengsi tidak terbantahkan. Tiap pemain di dunia mempunyai mimpi mengangkah Sang Telinga Besar.

Cristiano Ronaldo jadi pesepak bola tersukses sejauh sejarah Liga Champions, semenjak berganti format pada 1992. Kapten Timnas Portugal tersebut sudah mencapai 5 trofi Liga Champions, dengan perincian satu bersama Manchester United serta 5 gelar kala berseragam Real Madrid.

Tetapi, masih terdapat sebagian pemain top yang belum sempat mencium trofi Sang Telinga Besar. Sementara itu, beberapa pesepak bola mempunyai skill yang mumpuni serta menguatkan klub elite Eropa.

Baca Juga : Warriors Fc Mengangkat Piala Fa Pools Singapura

11 Pemain Terbaik Yang Belum Sempat Mencapai Gelar Liga Champions Sampai Dikala Ini.

11 Pemain Terbaik Yang Belum Sempat Mencapai Gelar Liga Champions Sampai Dikala Ini.

Kiper: Gianlugi Buffon

Kiper asal Italia itu sudah 2 kali menggapai partai final Liga Champions bersama Juventus. Tetapi, Gianluigi Buffon belum sempat merebut trofi Liga Champions, sebab dikalahkan Barcelona( 2015) serta Real Madrid (2017).

Pada masa kemudian, kiper berumur 41 tahun tersebut pula kandas merasakan titel juara kala membela Paris Saint- Germain. Buffon juga memilah buat kembali kepelukan Sang Nyonya Tua pada bursa transfer dini masa ini.

Di luar kegagalannya mencapai gelar Liga Champions, Buffon masih dikira bagaikan satu di antara kiper terbaik sejauh masa. Sepanjang ini, Gianluigi Buffon sudah memenangkan 10 gelar liga dalam negeri sejauh kariernya.

Bek kanan: Lilian Thuram

Bersama Juventus, Thuram kandas mencapai gelar Liga Champions pada partai final 2003, dikala berhadapan dengan AC Milan di Old Trafford. Walaupun telah mencatatkan 69 kali penampilan di Liga Champions, dia tidak sempat sekalipun memenangkan trofi Sang Telinga Besar.

Kendati begitu, Thuram senantiasa jadi satu di antara bek kanan terbaik di Eropa, dengan raihan gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, serta Piala Konfederasi 2003 bersama Timnas Prancis.

Bek tengah: Laurent Blanc

Laurent Blanc sudah tampak bersama beberapa klub top Eropa, semacam Inter Milan, Barcelona, serta Manchester United. Tetapi, legenda Timnas Prancis tersebut tidak sempat mencapai satupun gelar Liga Champions bersama ketiga klub tersebut.

Sama semacam Thuram, Blanc sempat mencapai gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, serta Piala Konfederasi 2003. Kala membesut PSG, laki- laki berumur 53 tahun tersebut pula tidak sanggup mencapai gelar Liga Champions.

Bek Tengah: Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro jadi satu di antara pemain berarti Timnas Italia kala menjuarai Piala Dunia 2006. Cannavaro juga sempat membela regu top Eropa semacam Inter Milan, Juventus, serta Real Madrid.

Tetapi, bek legendaris Italia tersebut sama sekali belum sempat mencapai gelar Liga Champions. Pencapaian terbaik Fabio Cannavaro di Liga Champions merupakan melaju sampai semifinal pada masa 2002- 2003.

Dibalik kegagalannya mencapai gelar Liga Champions, Cannavaro tetaplah jadi bek terbaik yang sempat dipunyai Italia.

Bek kiri: Gianluca Zambrotta

Zambrotta mempunyai karier yang gemilang kala membela Juventus, Barcelona, serta AC Milan. Bersama ketiga klub top tersebut, mantan bek Timnas Italia tersebut tidak sanggup mencapai satupun gelar Liga Champions.

Mengangkut trofi Piala Dunia 2006 tidak lumayan membuat Zambrotta puas. Tetapi, dengan penampilan yang menawan sepanjang aktif bermain, membuat dirinya menemukan label bagaikan satu di antara bek kiri terbaik di Eropa.

Gelandang: Michael Ballack

Michael Ballack hadapi suasana yang suram pada masa 2001- 2002. Ballack kandas menolong Bayer Leverkusen mencapai gelar Bundesliga, DFB- Pokal, Liga Champions, serta Piala Dunia.

Michael Ballack wajib puas bawa Leverkusen serta Timnas Jerman mencapai posisi runner- up, di seluruh kompetisi yang diiringi pada masa tersebut.

Dengan penampilan apiknya bersama Bayer Leverkusen membuat Ballack dipinang Bayern Munchen. Bersama Die Bayern, Ballack sanggup mencapai 3 gelar Bundesliga serta 2 trofi DFB Pokal.

Dikala Ballack pindah ke Chelsea, harapan buat mengangkut tite Liga Champions terbuka lebar. Tetapi, The Blues tidak sanggup memenangkan laga puncak masa 2007- 2008, sebab kalah adu penalti dari Manchester United.

Gelandang: Lothar Matthaus

Lothar Matthaus sudah mencapai banyak gelar bergengsi sepanjang masih jadi pesepak bola bandar judi online. Gelandang legendaris Jerman tersebut sempat merasakan titel juara Piala Dunia 1990, pemain terbaik Jerman, pemain terbaik Eropa, pemain terbaik Dunia, serta 7 gelar Bundesliga.

Tetapi, Matthaus tidak bisa memenuhi tinta emasnya di Eropa sebab kandas mencapai gelar Liga Champions 1998- 1999. Dalam laga final yang berlangsung di Camp Nou pada 26 Mei 1999, The Bavarians kalah 1- 2 dari Manchester United, melalui berhasil injury time Teddy Sheringham serta Ole Gunnar Solskjaer.

Gelandang: Pavel Nedved

Nedved merupakan satu di antara gelandang terbaik di masa judi bola modern. Laki- laki asal Republik Ceska itu sudah tampak dalam 100 laga di tingkat Eropa. Tetapi, ia tidak sempat bermain pada partai puncak Liga Champions.

Nedved bisa tampak pada partai final Liga Champions 2002- 2003 di Old Trafford, bila tidak terserang penumpukan kartu kuning. Andai tampak pada partai puncak tersebut, dapat saja Nedved menolong Juventus mengalahkan AC Milan serta menjuarai Liga Champions.

Penyerang: Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic tampak bersama 7 regu berbeda di Liga Champions, saat sebelum pindah ke Amerika Serikat serta bermain bersama LA Galaxy pada dini 2018. Bomber legendaris Swedia tersebut sempat melaju babak semifinal bersama Barcelona saat sebelum disingkirkan mantan klubnya, Inter Milan, pada masa 2009- 2010.

Ia kembali ke Italia bersama AC Milan. Tetapi, Ibra wajib menerima realitas, sebab Milan disingkirkan Tottenham Hotspur pada 16 besar Liga Champions 2010- 2011. Dengan kemampuannya, Ibrahimovic senantiasa dikira bagaikan satu di antara penyerang terbaik di Eropa. seperti di langsir kan oleh agen casino yang sudah tulis.

Penyerang: Gabriel Batistuta

Gabriel Batistuta ialah penyerang yang ganas pada masa 90-an. Bomber legendaris Argentina tersebut masuk ke 3 besar pemain terbaik di Dunia pada tahun 1999, dikala menggunakan seragam Fiorentina.

Batistuta tampak impresif di Liga Champions dengan gol- gol yang diciptakan dikala melawan Arsenal serta Manchester United. Ia wajib menunggu sampai masa 2000- 2001 buat memperoleh gelar Serie A bersama AS Roma.

Penyerang: Ronaldo

Ronaldo ialah satu di antara penyerang fenomenal yang sempat dilahirkan oleh Brasil. Bermacam gelar juara sukses diraih oleh laki- laki yang mempunyai julukan El Fenomeno tersebut, tercantum 2 gelar Piala Dunia 1994 serta 2002.

Hendak namun, koleksi titel juaranya masih belum lengkap sebab belum sempat mengangkut trofi Liga Champions. Bermain di regu terbaik Liga Champions, Real Madrid, tidak membuat dirinya sanggup menjuarai ajang tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *